Benarkah Jupiter Memicu F「Buy lottery tickets online」usi Nuklir dan Mengganggu Evolusi Kehidupan di Bumi?

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

Buy lottery tickets online?SBuy Buy lottery tickets onlinelottery tickets onlineemBuy lottery tickets onlineakin besar nomor aBuy lottery tickets onlinetomnya dan semakin tidak jenuh ikatannya (dalam artian tidak mengandung gugus rantai tunggal), maka energi ikatan intinya akan semakin besar. 

Mengenai klaim ini, berikut penjelasan Peneliti di Pusat Riset Sains Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang kepada Kompas.com, Kamis (26/8/2021).

Sebaliknya, unsur-unsur yang lebih berat seperti uranium dan plutonium akan lebih mudah mengalami fisi nuklir; proses yang berkebalikan dari fusi nuklir yakni ketika inti atom meluruh menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Perbedaan antara massa reaktan (partikel yang beraksi) dan produk (hasil reaksi) akan melepas energi yang sebanding dengan selisih massa keduanya. 

Apa itu fusi nuklir?

Defek massa ditimbulkan oleh perbedaan energi ikatan inti atom antara sebelum dan setelah reaksi. 

Fusi nuklir adalah sebuah reaksi yang berlangsung oleh dua inti atom yang bergabung membentuk satu atau lebih inti atom yang lebih besar, serta partikel subatom seperti neutron maupun proton.

Selisih massa inilah yang disebut sebagai defek massa. 

Reaksi ini bersifat endoterm, atau menerima kalor ke lingkungan. Oleh karena itu, unsur-unsur yang lebih ringan akan lebih mudah mengalami fusi nuklir. 

KOMPAS.com - Jupiter merupakan planet kelima dan terbesar di tata surya, yang diklaim memicu fusi nuklir, sehingga disinyalir menyebabkan kehidupan di Bumi mungkin tidak pernah berevolusi.

Tetapi, fusi nuklir akan menghasilkan energi yang lebih besar jika terbentuk dari inti atom yang lebih berat dari Besi-56 dan Nikel-62 maupun neutron bebas, dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan unsur-unsur tersebut. 

Proses fusi membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan masing-masing inti atom, bahkan unsur yang paling ringan sekalipun seperti hidrogen. 

Reaksi ini bersifat eksoterm, atau melepas kalor ke lingkungan, sehingga reaksi dapat terjadi dengan sendirinya. 

"Fusi nuklir dapat memberikan daya bagi bintang untuk tetap bersinar hingga bahan bakarnya habis," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Pertama Kali, Astronom Deteksi Uap Air di Satelit Jupiter Ganymede

Baca juga: Benarkah Jupiter adalah Bintang yang Gagal? Ini Penjelasan LAPAN