Lottery betting_Playing real money baccarat_Baccarat China

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

Jika Baccarat bettingmelihat video revieBaccarat bettingw makaBaccarat bettingnan zaman sekarang, nggak sedikit video berlokasi di rumah si food vlogger tersebut atau di studio. Dengan lampu dan audio yang baik, membuat video jauh lebih menarik. Meskipun pengalaman di restorannya nggak dibahas dalam video tersebut.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Yang terakhir endorse. Memang tidak bisa dipungkiri acara TV review makanan memiliki budget sendiri yang didapat dari iklan TV. Sehingga, apabila harus masuk built-in, biayanya cukup mahal  jika dibandingkan dengan video food vlogging.

Kalau zaman di acara TV, jarang banget kita melihat host atau pembawa acaranya menyantap makanan dalam jumlah banyak. Ya, mereka hanya mencicip sedikit menu yang ditawarkan restoran tersebut dan langsung me-review makanan tersebut.

Tapi, kalau dibanding-bandingin, apa ya perbedaannya? Yuk sama-sama kita melihat perbedaan review makanan zaman dulu sebelum Youtube hits dengan food vlogger kekinian~

Kalau dulu, kita selalu percaya kalau rasa adalah elemen penting dalam review makanan. Pembawa acaranya pun tidak berlebihan dalam berekspresi. Meski sangat jarang berkomentar negatif, namun pembawaannya tidak seheboh video review kekinian. Bandingkan dengan video review makanan kekinian, terkadang ekspresinya jauh lebih penting ketimbang rasanya yang sebenarnya.

Video review makanan sudah ada sebelum Youtube booming. Ya, salah satunya yang paling membekas adalah Anthony Bourdain atau Alm. Pak Bondan dengan Wisata Kuliner. Eits, jangan lupakan Benu Buloe dengan program review makannya tiap Sabtu siang juga. Acara-acara ini mungkin saja menjadi referensi buat food vlogger yang ramai di video streaming dan aplikasi edit video.

Beda dengan sekarang, di mana hampir sebagian besar food vlogger mencoba makanan dalam jumlah besar, alias Mukbang, di mana review makanan seperti ini terinspirasi dari food vlogger Korea yang bisa mendapatkan jutaan penonton di kanalnya.

Kalau dulu, ada kesan orang yang review makanan dianjurkan adalah orang yang lebih berpengalaman alias orang tua. Karena, mereka dianggap punya banyak pengalaman seputar kuliner dan biasanya juga, mereka terbilang ahli di bidang makanan.

Namun, hal ini bisa berdampak negatif terhadap video food vlogging zaman sekarang, di mana kita tidak tahu mana makanan yang benar dan mana yang benar-benar sponsor.

Bisa saja, mereka termasuk chef atau komunitas pencinta makanan. Di Youtube, sekarang kita bisa menyaksikan anak muda yang bereksplorasi dalam menilai makanan. Banyak sekali anak muda yang me-review makanan dengan keunikan masing-masing. Sebagian besar, dapat dilihat dari jumlah penonton yang ternyata juga besar.

Itulah 5 perbedaan video review makanan zaman dulu vs sekarang. Menurutmu lebih menarik perhatian yang mana nih?

Hampir sebagian besar acara atau video review makanan zaman dulu, memiliki lokasi di restoran tersebut. Sehingga, terkadang host juga berinteraksi dengan penjual makanan tersebut.