Arzeti Bilbina Sebut Pendapatan Rumah Tangga Turun Selama Pandemi dan Bicara Beasiswa Yati「Baccarat fixed play」m

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

"Baccarat fixed plaBaccarat fixed playyanak-anak jBaccarat fixed playuga rBaccarat fixed playentan dengan kondisi ini dan banyak yang menjadi yatim piatu. Ini harus diperhatikan secara khusus," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Beasiswa untuk anak-anak yatim piatu akibat pandemi harus diperhatikan. Kita semua harus memiliki terobosan baru di masa pandami ini. Sama-sama optimis menghadapinya dan tak ada ego pribadi. Kita lebih baik menjadi lilin daripada mengutuk kegelapan," ujarnya.

"Karena tiga dari empat rumah tangga mengalami penurunan pendapatan. Terganggunya perekonomian, gangguan sosial, dan juga kesehatan termasuk ibu dan juga anak-anak," ujar Arzeti, Minggu (22/8/2021).

Baca juga: Arzeti Bilbina: Seharusnya Vaksin Covid-19 Gratis, Jangan Diperjualbelikan

Baca juga: Arzeti Bilbina: Seharusnya Vaksin Covid-19 Gratis, Jangan Diperjualbelikan

Menurut dia, banyak keluarga yang mengalami penurunan pendapatan akibat kehilangan pekerjaan dan kesulitan mendapatkan pekerjaan selama pandemi.

Webina tersebut juga menghadirkan sejumlah kepala daerah yang memaparkan kondisi di daerah mereka sehubungan dengan dampak sosial dan ekonomi dari pandemi Covid 19.

Karena, kata dia, anak-anak merupakan tanggung jawab pemerintah. Mereka akan menjadi generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan.

Arzeti mengungkapkan hal tersebut ketika menjadi pembicara dalam webinar atau talkshow Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh dengan tema acara "Berbagi Cinta di Masa Pandemi”. 

Arzeti yang duduk di Komisi IX DR RI dari Fraksi PKB meminta peran pemerintah terkait tanggungan kehidupan dan pendidikan anak-anak tersebut.

Yang juga menjadi perhatian Arzeti lainnya adalah kondisi anak-anak tanpa orangtua lantaran menjadi yatim-piatu setelah kedua orantuanya meninggal akibat Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Arzeti Bilbina mengatakan ada dampak serius dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Para kepala daerah juga mengungkapkan program-program apa saja yg sudah dilakukan dalam membantu masyarakat terdampak Covid 19 serta kebutuhan-kebutuhan yang masih menjadi persoalan untuk untuk ditangani hingga saat ini.

Baca juga: Arzeti Bilbina Edukasi tentang Bahaya BPA dalam Kemasan Plastik

"Pandemi Covid-19 ini merata di Tanah Air. Jakarta paling banyak dan Sumatera Barat ada di posisi 10 besar dan 34 provinsi yang ada. Pemerintah daerah harus segera cepat tanggap menghadapi Covid-19 ini," kata Arzeti.