Sports betting William Hill_rb88 sports betting download_Lottery purchase

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

JFootball oddsadi bagaimanaFootball odds, wahai kamu-kamu yang anak bungsu? Tak ada yang pFootball oddsFootball oddserlu disesali dari statusmu sebagai anak terakhir, bukan? Kamu punya segenap keuntungan dan keahlian yang terasah dari pengalamanmu selama bertahun-tahun menjadi si bontot. Kamu tetap punya tempat istimewa tak tergantikan di dalam hati orang tua dan kakak-kakakmu tersayang.

Si bontot terkenal dengan kemampuan mereka menghibur dan mencerahkan suasana. Membawa canda dan tawa ke dalam rumah tangga Ayah dan Bunda. Menorehkan senyum di bibir sanak saudara. Maka tak heran kelihaiannya dalam bercengkrama terbawa hingga dewasa. Menjadi kamu yang bungsu teman yang tak hanya menggemaskan tapi juga jago melucu.

Mungkin alasannya karena kalian merasa lebih at ease dan at home ketika membaur dengan mereka yang bisa dianalogikan sebagai kakak-kakakmu. Kebutuhan akan rasa sayang dan bimbingan selalu menarikmu ketika mencari teman. Akhirnya koneksimu tidak berhenti di teman sepantaran saja, tapi menyebar kemana-mana.

“Loh aku nggak nyangka kita sepantaran, kamu selalu terlihat lebih muda!”

Kembali lagi, kamu yang bungsu terbiasa menjadi pusat pencurahaan rasa cinta dan sayang dari orang tua dan kerabat. Mereka melihatmu sebagai anak malaikat kecil yang menggemaskan, memberi warna baru dalam kehidupan. Akhirnya setelah dewasa, kamu pun senang berada di pusat perhatian atau pandai membuat orang-orang terkesan. Menurutmu dikelilingi orang-orang yang menyayangimu rasanya sangat berarti.

Tak ada yang mengikatmu di tanah, kamu bebas melompat tinggi ke angkasa; meraih angan-anganmu tanpa tekanan, tanpa beban. Kamu tak takut akan resiko, berani mencoba dan bertekat baja. Bosan dibanding-bandingkan dengan saudara juga dapat menjadi pecut bagimu untuk berusaha lebih jauh dan lebih bagus.

Bagaimanapun juga kamu tak ingin bertukar posisi dengan kakak-kakakmu sendiri via instagram.com

Selalu jadi yang paling kecil, paling belia dalam keluarga sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan pilihanmu dalam bergaya. Ada semburat harapan dalam dirimu untuk bisa selalu jadi muda selamanya.

“Kamu anak keberapa dari berapa bersaudara sih?”

“Aku? Aku anak bungsu.”

“Oooh pantes…”

“……” Ini bukan pertama kalinya kamu mendengar tanggapan senada ‘oh pantes’ semacam itu.

Tanggung jawab impian besar Ayah dan Ibu biasanya sudah dipikul oleh kakak-kakakmu, atau sudah ditunaikkan dengan baik oleh saudara-saudara yang lebih tua. Kamu pun mendapat kebebasan yang lebih lapang dibandingkan dengan si sulung dalam mengekspresikan hasrat dan impianmu.

Ketika lingkup pergaulanmu masih harus banyak dihabiskan di sekitar rumah saja, belum ada sekolah dan yang lainnya, kamu sadar bahwa kebanyakan dari kakak-kakakmu tak bisa membagi perhatiannya denganmu. Mereka sudah lebih besar, mereka sudah punya teman dan dunianya sendiri. Meskipun sayang padamu, mereka lebih memilih bermain dengan sejawatnya yang lain.

Tapi itu menempamu untuk menjadi bocah yang mandiri dalam soal membawa diri dalam pergaulan sehari-hari. Bukan, bukan penyendiri… hanya saja kamu sangat piawai menikmati waktumu seorang diri. Tidak ada rasa ketergantungan harus dikawal atau ditemani setiap saat demi menikmati saat-saat yang menyenangkan.

Ingin shopping tanpa sahabat, tinggal berangkat. Hendak traveling tanpa kerabat, bukan penghambat. Just do it!

Mungkin ‘manja, nakal, dan bengal’ adalah segelintir anggapan yang menghinggapi sosok para anak bungsu. Kamu yang juga merupakan anak terakhir mungkin mengerti perasaan itu, ketika sifat-sifat yang buruk nggak jarang diasosiasikan dengan menjadi anak bontot.

Tidak sedikit juga dari kamu yang menyerah dengan berbagai predikat yang dilekatkan pada status bungsu. Namun, meskipun begitu, apa kamu sadar bahwa menjadi anak terakhir sebenarnya memberimu banyak kualitas dan manfaat unik yang berbeda dari saudara-saudaramu?

Terbiasa diayomi, bukan berarti kemampuanmu layak diragukan via img.hipwee.com

Setiap anak memiliki keuntungan dan kendalanya sendiri dalam posisi mereka masing-masing. Sulung dan tengah juga punya kelebihan dan rintangannya, kamu si bungsu juga begitu. Namun karena sudah sejak lahir meresapi peranmu sebagai anak terakhir dengan segala lika-likunya, kamu sudah merasa nyaman dengan semuanya. Nggak kebayang bagimu untuk menggantikan posisi kakak pertama atau keduamu.

Jangan cepat cemburu dan khawatir bila kekasimu tergolong cuek saat membalas telepon atau pesan singkatmu. Sebab bisa jadi itu karena dia anak bungsu, yang terbiasa menerima perhatian dan memang pada dasarnya sering acuh tak acuh. Bukan berarti tidak sayang, namun ia hanya tidak pandai menunjukkan perhatiannya.

Coba kamu perhatikan, saat memilih pergaulan apakah tanpa sadar kamu kerap memilih teman yang lebih tua darimu? Lebih berpengalaman darimu? Kakak angkatan, senior di pekerjaan, berkawan dengan mereka terlihat begitu natural bagi kamu yang bungsu.

Selama masa anak-anak si bungsu selalu menjadi obyek curahan rasa sayang orang terdekatnya. Sehingga tidak mustahil bagi anak bontot untuk merasa tak terbiasa gantian menguarkan atensinya.

Bertahun-tahun menjadi ‘ekor’ kamu merasa paling nyaman ketika mempelajari dari ajaran dan bimbingan seorang mentor alih-alih mengeksplore semuanya sendiri. Tapi sudah rahasia umum, jika ketika para anak bungsu telah mendapatkan teladan yang tepat akan sangat cepat melampaui kemampuan bahkan panutannya itu sendiri.

Akhirnya kamu nggak mengerti kenapa sebuah fashion terkini harus selalu diikuti. Menurutmu nyaman, rapi dan sopan sudah memenuhi kebutuhan. Bukan berarti kamu nggak ngerti fashion atau berpenampilan sembarangan, kamu hanya tidak mainstream dan tidak pernah menjadi korban perkembangan mode.

Memang sudah dimaklumi apabila semasa kecil kamu harus ikhlas menjadi kolektor baju lungsuran kakak-kakakmu. Untuk meringankan beban finansial orang tua dan memanfaatkan barang yang masih sangat layak tentu kamu harus berlapang dada.

Kamu ahli menikmati waktumu dalam sendiri via tumblr.com