Kominfo Blokir Raid Forums Usai Kebocoran Data Penduduk Dini「Online betting」lai Tak Efektif, Ini Alasannya

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

"Jadi lOnline bettingogikanya haOnline bettingrus dibalik. KeOnline bettingtiOnline bettingmbang menyalahkan masyarakat dan pengguna internet yang dapat mengakses data-data yang bocor, Pemerintah yang harus berbenah, banyak PR yang lupa dikerjakan," jelas dia. 

Karena itu, dibutuhkan langkah lebih strategis, misalnya meningkatkan keamanan data publik yang disimpan di lembaga-lembaga negara atau pemerintah.

"Raid Forums teridentifikasi sebagai forum yang banyak menyebarkan konten yang melanggar perundang-undangan di Indonesia, sehingga website tersebut, termasuk akun bernama Kotz, sedang dilakukan proses pemblokiran," kata Dedy dalam keterangan resmi, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Update Data Penduduk Bocor: Ini Hasil Pemanggilan BPJS Kesehatan oleh Kominfo

Yerry menuturkan, pengelolaan dan keamanan data seharusnya menjadi tanggungjawab lembaga pengumpul data, bukan masyarakat umum.

Baca juga: Hasil Investigasi Kominfo dan Update soal Dugaan Kebocoran Data BPJS Kesehatan

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, pemblokiran ini dilakukan karena forum online tersebut banyak menyebar konten yang melanggar undang-undang di Indonesia.

Sebab menurut Yerry, file atau hasil kebocoron data itu masih bisa disimpan di ribuan lokasi lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Diketahui, ada dugaan kebocoran data 279 juta data penduduk yang diyakini bersumber dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir situs Raid Forums usai adanya kasus kebocoran data penduduk Indonesia.

"Ini bisa dianggap kebijakan darurat, untuk jangka yang sangat pendek. Namun untuk seterusnya, saya kira ini tidak akan efektif," kata Yerry saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/5/2021).

Menanggapi hal itu, pemerhati keamanan siber sekaligus staf Engagement and Learning Specialist di Engage Media, Yerry Niko Borang mengatakan, pemblokiran tersebut hanya bisa digunakan sebagai kebijakan jangka sangat pendek.