Bookmaker Collection_Malaysia Gambling Network_Lottery App_Gaming platform ranking_Roulette gambling

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

Kbet365 downlobet365 downlobet365 downloadadadalbet365 downloadi ini, Hipwee News & Feature akan membahas tentanbet365 downloadg penjelasan ilmiah di balik misteri luka tersayat kertas alias paper cuts. Semoga setelah membaca artikel ini, rasa penasaranmu bisa terobati, ya!

Sebuah penelitian ilmiah telah menjawab misteri paper cuts tersebut. Seperti yang dilansir dalam laman Science Alertpenyebabnya tak lain adalah karena saraf yang kita miliki. Ujung jari kita ternyata memiliki reseptor nyeri yang lebih banyak dibandingkan di area tubuh yang lain. Reseptor ujung saraf bebas atau yang disebut nosiseptor ini bertindak sebagai mekanisme keamanan dan bertugas memperingatkan otak melalui sensasi nyeri akibat perubahan suhu, paparan bahan kimia berbahaya, maupun tekanan yang bisa merusak kulit. Seperti halnya saat kamu mencoba untuk memegang sesuatu yang sangat panas.

Nggak hanya pengaruh kerja nosiseptor pada ujung saraf, perihnya luka yang karena goresan kertas juga bisa dijelaskan secara psikologis. Menurut video Instant Egghand dari Scientific American, luka yang teramat nyeri akibat sayatan kertas juga disebabkan oleh pikiran kita sendiri. Agaknya semua orang setuju jika kertas merupakan objek yang sebenarnya nggak berbahaya. Tapi begitu jari terluka karenanya, kita jadi merasakan luka ini seolah ‘nggak masuk akal’ sehingga rasa sakitnya jadi terasa akut.

Jika dipikir-pikir, rasanya hampir sulit dipercaya bahwa secarik kertas tipis bisa menimbulkan penderitaan yang amat dahsyat bagi tubuh manusia. ‘Lebay’ memang, tapi benar saja, dari semua hal kecil nan menyakitkan yang pernah dialami tubuh, sayatan akibat tersayat kertas merupakan salah satu yang terburuk.

Ujung jari tangan punya reseptor nyeri lebih banyak via www.flickr.com

Sebuah pisau memiliki ujung yang cenderung lebih rata dan tajam daripada tepian kertas yang tumpul tapi fleksibel. Kertas memiliki tepian yang cukup tajam untuk merobek kulit. Namun terlalu fleksibel dan nggak cukup tajam untuk memotong daging dalam-dalam. Akhirnya, kertas menggores jari layaknya gergaji yang tumpul, merusak jaringan kulit dengan kasar. Selain itu, potongan yang diakibatkannya terhadap jari menyebabkan luka yang dangkal. Hal ini menyebabkan nyeri yang lebih terasa, karena beberapa saraf yang paling sensitif terkumpul di dekat permukaan kulit.

Pernahkah jarimu terluka saat membuka buku atau membolak-balik halaman kertas terlalu cepat?

Lebih jauh lagi, goresan akibat kertas biasanya akan terasa nyeri lebih lama karena seringkali hanya mengeluarkan sedikit darah atau nggak sama sekali. Bahkan nggak terlalu dalam sehingga mekanisme pertahanan tubuh alami seperti penggumpalan darah dan keropeng nggak bisa diaktifkan, menunda penyembuhan dan memperpanjang rasa sakitnya sampai kulit benar-benar diperbaiki. Ujung saraf yang terluka jadi terbuka begitu saja sementara luka tersebut terus tertarik dan menegang setiap kali kita menggunakan jari untuk beraktivitas, sehingga rasa perihnya pun semakin terasa.

Penjelasan di atas menjadi jawaban sekaligus alasan pentingnya segera membalut luka akibat teriris kertas dan melindunginya dari elemen luar. Karena jika nggak, kamu bakal menderita perih yang lebih lama lagi. Dan yang lebih penting, selalu ekstra hati-hati berada di sekitar alat tulis, termasuk kertas, ya!

Menurut ahli dermatologi, Hayley Goldbach dari University of California, Los Angeles, kita sering menggunakan ujung jari untuk melakukan hal-hal kecil termasuk merasakan sesuatu. Sehingga nggak heran kalau ujung jari punya banyak ujung saraf sebagai bentuk mekanisme alamiah. Rasa sakit pada punggung atau kaki lebih bisa ditoleransi dan nggak seperih yang terjadi pada ujung jari. Distribusi ujung saraf di bagian-bagian ini jauh kurang padat, sehingga nggak mampu mengirim sinyal rasa sakit yang sama banyaknya dengan ujung jari ke otak.