Betting Handicap_888 Online Casino_Texas Hold'em App_21 o'clock online_21 o'clock online

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

Yang RankRanking of ERanking of European Bookmakersuropean Bookmakersing of European BookmakersmenjaRanking of European Bookmakersdi tumpuan rindu, cinta bersama

Lagu Resah ini sempat heboh karena dianggap mempunyai kisah misteri di baliknya. Konon, ada seorang pendaki gunung yang bunuh diri dengan cara menggantung diri di pohon. Katanya sih dia sedang stress karena putus cinta. Nah, kematiannya menyisakan misteri karena ditemukan sobekan kertas di sakunya. Di sobekan kertas itu tertulis lirik lagu yang kini jadi lagu Resah. Serem ‘kan? Kalau nggak percaya simak aja liriknya dengan seksama.

Bila nanti saatnya t’lah tiba

Kuingin kau menjadi istriku

Berjalan bersamamu dalam teriknya hujan

Berlarian kesana-kemari dan tertawa

Rinduku berbuah lara uh lara

Buat pendaki gunung ataupun kamu yang suka bermain di laut, lagu ini nampaknya cocok buat kamu semua. Sangat cocok jika kamu dengarkan saat camping di gunung ataupun di pantai. Lirik lagunya juga istimewa.

Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja…

Sesungguhnya berbicara dengan mu

Harum mawar di taman

Mungkin tentang ikan paus dilaut

Tak terasa gelap pun jatuh

Diujung malam menuju pagi yang dingin

Hanya ada sedikit bintang malam ini

Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Tapi aku hanya melihat keresahanmu

Saat traveling, banyak waktu hilang di perjalanan ataupun saat menunggu sesuatu. Ketika kamu naik kereta, bus atau pesawat, pasti sangat membosankan jika tak mendengarkan musik ‘kan ya? Apalagi kalau suasana sangat syahdu seperti waktu jelang sunset, saat di puncak gunung, atau sedang melihat bintang-bintang di langit ketika camping di tepi pantai. Pokoknya ada yang kurang deh kalau nggak ada musik yang pas.

Aku ingin berdua denganmu

Tak ada bintang mati butiran pasir terbang ke langit

Datang dari mimpi semalam

Namun bila saat nanti senja tiba

Izinkanku menjaga dirimu

Berdua menikmati pelukan diujung waktu

Sudikah kau temani diriku

Menusuk hingga ke dalam sukma

Tak ada fajar hanya remang malam semua tlah hilang, terserang matahari..

Kabar gembiranya, kisah ini HOAX kok, sudah dikonfirmasi oleh Payung Teduh sendiri. Kabar buruknya, kamu bakal teringat kisah ini saat nyetel lagu Resah. Anyway, dengerin lagu ini saat mendaki gunung ya!

Payung Teduh memang band favorit sih. Easy listening, lirik sangat sastrawi dengan makna mendalam. Cocok buat teman di perjalanan. Parararara…

Wajahmu membuai mimpiku

Sang pujaan tak juga datang

Sebenarnya nggak ada kriteria tertentu lagu apa yang cocok untuk traveling. Semua kembali ke preferensi pribadi, lagu mana yang cocok dan jadi favoritnya pasti akan jadi soundtrack saat traveling. Tapi kali ini Hipwee Travel bakal meracuni kamu semua dengan tembang-tembang meneduhkan dari Payung Teduh. Percayalah, semua lagu Payung Teduh cocok kok buat menemani perjalananmu.

Bayangkan saat kamu mendengar lagu ini ketika berdua bersama kekasih halalmu. Kalian berada di tepi pantai atau perbukitan dengan pemandangan yang aduhai, sembari minum kopi dan saling berpegangan tangan. Kamu berdua akan hanyut oleh suasana…

Menuju senja

Tentang segala hal yang bukan tentang kita

Angin berhembus bercabang

Di sore itu

Kalau kamu sedang berlibur di desa-desa dengan sawah pematangnya nan hijau, lagu Rahasia ini tampaknya pas buat masuk ke playlist kamu. Lagunya tenang, musiknya juga menghanyutkan. Selaras dengan harmoni pedesaan.

Tak ada sore dan udara menjadi segar

Atau mungkin tentang bunga padi disawah.

Bulan madumu bersama pasangan bakal lengkap saat ditemani lagu Akad dari Payung Teduh. Nikmati deburan ombak dan ayunan di Gili Trawangan bersama lagu ini, ah nikmat sekali. Lebih-lebih kalau bulan madu ke pulau Komodo sampai Raja Ampat. Wah lagunya makin berasa. Jomblo dilarang baper sih~

Kalau kamu sedang naik kapal ferry atau bus di kala sore, lagu ini cocok buat menemani kamu. Apalagi kamu sedang berada di pantai untuk menikmati matahari terbenam pas sore-sore gitu. Cocok banget deh, apalagi kalau sama pasangan. Ehem~

Tak ada gelap lalu mata enggan menatap

Aku tak pernah melihat gunung menangis

Biarpun matahari membakar tubuhnya

Aku tak pernah melihat laut tertawa

Biarpun kesejukkan bersama tariannya

Sungguh bicara denganmu tentang segala hal yang bukan tentang kita

Berkemah di tepi pantai sambil melihat bulan dan bintang adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau dilengkapi dengan senandung ‘Angin Pujaan Hujan’ dari Payung Teduh. Klop!

Di antara daun gugur

Aku ingin berdua denganmu

Di langit yang merah, ranum seperti anggur

Bulan bundar bermandikan sejuta cahaya

Kalau kamu sedang berada di tempat-tempat yang bikin baper dan kangen, misal di Ranu Kumbolo ataupun Segara Anakan Rinjani, dan teringat dengan seseorang, kamu pasti suka dengan lagu ini. Lagu paling favorit dari Payung Teduh…