Online Gaming Forum_Online betting URL_Indonesia_Ranking of betting forums

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

PeGaming platform rankingmGaming platform rankingakaian merkGaming platform rankinguri Gaming platform rankingdapat menimbulkan berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit yang akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulitGaming platform ranking, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin.

Nah, zat-zat yang sudah dipaparkan di atas hanyalah beberapa dari bahan kimia yang biasa digunakan dalam kosmetik. Memang bahan-bahan tersebut punya fungsi khusus untuk mempercantik wajahmu, namun mengguanakannya secara berlebihan juga menimbulkan efek yang nggak baik buat kesehatan. Namanya juga zat kimia, ‘kan?

Dalam proses pembuatannya, ditemukan adanya Dioxane 1,4 yang merupakan karsinogen alias bahan pemicu kanker. Bahan ini juga nggak ramah lingkungan karena nggak larut dalam air walaupun telah lama dibuang ke saluran pembuangan air. Selain itu, efek sampingnya adalah dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau mata.

Begitu juga dengan Zinc Oxide yang juga biasa digunakan sebagai tabir surya alami serta antioksidan. Nah, kalau Iron Oxides di dalam produk kosmetik akan membantu kandungan produk menyatu dengan kulit dan menyesuaikan dengan warna kulit. Contohnya, bubuk mica yang biasanya ditemukan di dalam produk bedak, foundation hingga concealer, karena hasilnya yang membuat wajah tampak berbinar dengan efek shimmer.

Ekstrak dari botanical seperti chamomile biasa digunakan untuk kosmetik. Chamomile digunakan karena memiliki sifat anti inflamasi atau anti radang yang bisa menyembuhkan luka dan memiliki kadar anti oksidan yang cukup untuk kulit.

Zat merkuri atau raksa banyak ditemukan dalam produk kecantikan yang berfungsi untuk memutihkan kulit. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Sedangkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi menyebabkan diare, muntah-muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan zat karsinogenik yang menyebabkan kanker.

Reaksi yang timbul dari terlalu banyak menggunakan kosmetik berbahan silikon berupa alergi, kulit yang memerah dan meradang, kanker, penyumbatan pembuluh darah hingga berefek kematian.

Beberapa bahan mineral alami yang sering digunakan dalam produk kosmetik ini memang terbukti memiliki kegunaan yang baik untuk kulit. Misalnya Titanium Dioxide yang biasa digunakan dalam produk tabir surya. Zat ini punya fungsi membantu memberikan efek wajah yang lebih bersinar karena daya pantul cahayanya lebih tinggi dibanding berlian, membantu menyamarkan noda di kulit dan dapat menyejukkan kulit yang teriritasi.

Nah, agar kamu lebih selektif untuk memilih kosmetik, ada baiknya kamu pelajari beberapa zat kimia yang biasanya terkandung di dalamnya. Apakah cocok untuk kulitmu atau harusnya kamu hindari?

Zat silikon biasanya berakhiran -siloxane. Ada beberapa jenis silikon yang biasa kita temui dalam produk kosmetik. Contohnya Cyclopentasiloxane. Silikon bertindak sebagai pelindung kulit, conditioner, pelembab, pengental, dan emulsifier. Sifat cairan unik dari silikon memberikan kelembutan dalam berbagai bentuk seperti sutra yang terasa pada kulit, melembabkan dan menjadi agen pengikat air.

Bentuk alkohol yang dilabeli emollient adalah bentuk alkohol yang ‘ramah’, dalam arti, nggak bertindak sebagai pengencer melainkan sebagai moisturizer atau pelembab. Sedangkan etanol, adalah jenis alkohol untuk mengencerkan, bagi beberapa orang ketika kulitnya terpapar etanol akan terasa panas. Ini salah satu masalah yang bisa ditimbulkan dari alkohol pengencer.

Mineral oil merupakan minyak bumi mentah yang telah dimurnikan. Mineral oil bersifat nggak berwarna, nggak berbau dan nggak mudah terbakar. Mineral oil digunakan dalam kosmetik untuk mencegah penguapan air yang berlebihan dari kulit atau menjaga kelembaban kulit.

Aluminium Chlorohydrate merupakan salah satu zat yang ditambahkan pada deodoran. Zat ini berfungsi untuk menutup pori-pori ketiak sehingga keringat nggak terlalu banyak keluar.

Fragrance, parfum, atau pewangi dalam kosmetik biasanya berarti campuran kompleks berbagai jenis bahan kimia. Ada 3.000 bahan kimia yang digunakan sebagai pengharum dalam kosmetik sampai ke detergen dan pelembut pakaian. Banyak yang menemukan bahwa pengharum ini dapat menimbulkan iritasi, asma dan migrain.

Talc merupakan bahan kimia beracun yang digunakan dalam kosmetik seperti eyeshadow, blush, deodoran, sabun, dan lain-lain yang berfungsi untuk menyerap kelembaban. Zat ini ternyata bersifat sebagai karsinogen yang menyebabkan kanker ovarium dan masalah pernapasan.

Namun, dibalik fungsinya yang menghambat keluarnya keringat justru mengganggu proses pengeluaran racun yang juga merupakan tugas dari ketiak itu sendiri. Racun-racun yang dalam bentuk ketiak itu menumpuk di getah bening dibawah lengan. Di mana hal ini akan memicu kanker payudara yang kebanyakan berasal dari bagian atas payudara.

Bahan ini biasa digunakan dalam sabun, shampo dan pasta gigi karena sifatnya yang dapat menghasilkan busa dan juga sekaligus berfungsi sebagai surfaktan (pencampur air dan minyak). SLS atau ALS juga biasanya ditemukan pada sabun cuci piring. Nah lho!

Nggak heran, zat-zat ini bisa juga jadi bahan bakar kendaraan ramah lingkungan. Ih, ngeri!

Kalau kamu biasa beli lipstik dengan harga murah, sebaiknya hati-hati!

Kelemahannya, mineral oil nggak mengandung nutrisi yang berarti untuk kulit. Pada dasarnya mineral oil memiliki sifat komedogenik yakni dapat meningkatkan resiko terbentuknya komedo melalui penyumbatan pori-pori. Dengan tersumbatnya pori-pori, maka bakteri akan tinggal di kulit dan dapat menyebabkan jerawat dan infeksi. Oleh karena itu, segeralah basuh kulit setelah pemakaian kosmetik yang mengandung mineral oil.

Terlalu sering terpapar acid akan menyebabkan kulit iritasi dan efek terbakar.

Bahan Pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) sering disalahgunakan pada produk lipstik, eyeshadow atau blush karena warnanya yang cerah. Nggak hanya memicu iritasi pada kulit, kandungan bahan pewarna ini menjadi penyebab beberapa jenis kanker. Rodhamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

Paraben bukanlah nama satu zat kimia melainkan nama kelompok zat kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet. Beberapa turunan paraben sering sekali ditemukan dalam produk kosmetik, misalnya Methyl Paraben, Butyl Paraben atau Propyl Paraben.

Alkohol biasa digunakan untuk mencampur atau mengencerkan senyawa kimia. Dalam bahasa kimia, senyawa alkohol ditulis dengan akhiran ‘nol’. Jadi, jika kamu menemukan suatu zat kimia berakhiran ‘nol’ sudah dapat dipastikan itu adalah alkohol.

Produk kecantikan apapun, baik sabun, sampo, pembersih wajah, deodoran, bedak, lipstik, hingga parfum, masing-masing memiliki kandungan zat kimia yang punya fungsi khusus. Di mana kegunaan zat kimia ini harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Sebagai pengguna awam, terkadang kamu masih kesulitan untuk mengenali zat-zat kimia tersebut. Padahal nggak semua zat kimia cocok untuk kulitmu.

Pernah baca label komposisi dalam kemasan produk kecantikanmu? Coba ingat-ingat, berapa banyak kandungan zat kimia yang kamu ketahui mengenai kegunaan maupun bahayanya?

Adapun efek samping dari bahan pengawet ini yaitu menimbulkan alergi dan bintik-bintik merah pada kulit. Bahkan bahan ini juga sudah dibuktikan lewat penelitian dapat menyebabkan kanker payudara dan gangguan hormon estrogen pada cewek.

Bentuk alkohol yang biasa ditemukan dalam produk kosmetik adalah Cetyl Alcohol (emollient), Panthenol (emollient), Benzyl alcohol (emollient), dan Etanol.

Beberapa bentuk acid yang kerap ditemui antara lain Stearic Acid, Sorbic Acid, dan Citric Acid. Kegunaannya mulai dari membersihkan dan menciptakan tekstur yang greasy, bahan anti bakteri dan untuk mengontrol pH dalam produk yang berbentuk krim atau gel, pemutih, dan campuran bahan anti jerawat.