Socrates, Diogenes, Yesus, Ayah, dan Ibu Halaman「Macau Online Casino」 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

SMMMacaMacau Online Casinou OnlMacau Online Casinoine Casinoacau Online Casinoacau Online Casinoegenap data faktual itu membuktikan bahwa pada hakikatnya budaya lisan sama sekali tidak inferior terhadap budaya tulisan.

Konon Yudas juga pernah menulis tentang Yesus Kristus namun masih sengit diperdebatkan oleh para ilmuwan teologi Nasrani maka belum resmi diizinkan dimuat ke dalam Kitab Injil.

Kekaguman saya bukan asal kagum secara dogmatis belaka namun cukup memiliki alasan bersifat faktual.

Maha ajaran Yesus Kristus dapat disimak pada Kitab Perjanjian Baru pada Alkitab yang ditulis oleh bukan Yesus Kristus sendiri namun oleh para cantrik dan pewaris kearifan Yesus Kristus yaitu Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan Paulus.

Fakta data membuktikan bahwa segenap maha ajaran yang dianugerahkan Yesus Kristus kepada umat manusia kesemuanya disampaikan secara lisan tanpa ada yang berupa tulisan segores pun.

Bagi saya sebagai umat Nasrani adalah wajar bahwa yang paling saya kagumi dan hormati sebagai tokoh budaya lisan adalah Yesus Kristus.

Ayah dan ibu saya tidak pernah menulis wejangan kepada saya karena semua wejangan ayah dan ibu diberikan kepada saya secara lisan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Masih ada lagi seorang tokoh pemikir Yunani yang tidak pernah menulis yaitu Diogenes yang melahirkan aliran filsafat Kyniker.