Gerhana Bulan Total Merah Saat Hari Raya Waisak Langka, Terjadi Tiap 195 Tahu「Crown football source code」n

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

CroCrown football Crown football source codeSource codeWn footbaCrown football source codell source codenah, karena cahaya Matahari menerangi permukaan Bulan secara maksimal, maka bulan nampak bulat sempurna dipandang dari Bumi. Kedudukannya membentuk garis lurus yang disebut oposisi (solar) atau istiqbal.

Pada saat bulan purnama, Matahari dan Bulan akan berada dalam satu garis lurus, sehingga cahaya Matahari dapat menerangi permukaan Bulan secara maksimal, dengan bumi berada di antara keduanya.

KOMPAS.com - Ahli menyebutkan bahwa peristiwa gerhana bulan total (GBT) yang juga bulan merah super (super blood moon) dan bertepatan dengan peringatan Hari Raya Waisak adalah fenomena langka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Cara Memotret Gerhana Bulan Total Menurut Fotografer Profesional

Zamzam mengatakan bahwa gerhana bulan total berwarna merah saja tergolong langka karena baru bisa terjadi beberapa puluh tahun lagi, apalagi gerhana bulan total yang bertepatan dengan peringatan Hari Raya Waisak 2565 seperti hari ini.

Pada dasarnya, kata dia, detik-detik Waisak terjadi ketika Purnama Waisak atau disebut Waisaka Purnama, yang selalu jatuh pada tanggal 15 suklapaksa di bulan Waisaka.

"Yang bertepatan dengan Waisak ini juga (langka), mungkin ratusan tahun lagi baru bisa terjadi super blood moon (bulan super merah) yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak," jelasnya. 

Baca juga: Daftar Wilayah dan Link Live Streaming Gerhana Bulan Total Merah Hari Ini

Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Nasional LAPAN, Andi Pangerang Hasanuddin menjelaskan bahwa GBT kali ini bertepatan dengan detik-detik Waisak 2565 Era Vuddha yang jatuh pada 26 Mei pukul 18.13 WIB, 19.13 WITA dan 20.13 WIT dengan jarak 357.461 kilometer dari Bumi.

Detik-detik Waisak adalah ketika Matahari dan Bulan membentuk sudut 180 derajat satu sama lain dalam peredarannya.

Hal ini disampaikan oleh Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) M Zamzam N M.Si, dalam live instagram @pussainsa_lapan bertajuk Mengulas Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021.

"Ini termasuk langka, karena gerhana bulan total berwarna merah, baru bisa terjadi berapa puluh tahun lagi," kata Zamzam, Selasa (25/5/2021).