Baccarat Super and How to Play_Sabah Sports Betting_Fair Baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

Bus BRRRankRanking of Asian Bookmakersing of Asian Bookmakersanking of Asian Bookmakersanking of Asian BookmakersaRanking of Asian Bookmakersndros

Nonton orkestra musik di Saung Angklung Udjo tuh hukumnya wajib buat kamu yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bandung. Kamu bakal takjub melihat pemusik angklung memainkan lagu-lagu keren dari dalam maupun mancanegara dengan alat musik tradisional ini. Selain menonton, kamu juga bisa bergabung untuk mencoba ikut memainkan musik lho.

Sejak Ridwan Kamil alias Kang Emil diangkat menjadi walikota, ruang-ruang publik di kota Bandung disulap menjadi taman-taman tematik yang gak cuma menarik masyarakat Bandung, tapi juga warga luar kota. Ada sejumlah taman tematik yang masing-masing menawarkan keunikan tersendiri. Rencananya, akan terus dibangun taman-taman tematik baru di setiap sudut kota.

Pengen menikmati kawasan perbukitan yang sejuk di pinggir kota dan menikmati pemandangan city lights Bandung di malam hari? Ada spot yang bagus untuk itu, namanya Caringin Tilu. Di sini, kamu bisa menikmati pemandangan kota Bandung dari ketinggian serta hamparan pegunungan yang mengelilingi kota. Pengen view yang lebih oke? Naik sedikit dari Caringin Tilu, kamu bisa mencapai Bukit Moko. Tapi, hati-hati ya, soalnya medannya sedikit sulit.

Memasuki kawasan ‘panas’ ini, kamu akan menemukan ratusan wanita penjaja cinta satu malam mencoba menarik perhatian pria hidung belang maupun yang sekadar penasaran yang ‘nyasar’ kemari. Konon, tempat ini sudah ada sejak abad ke-19, sehingga lekat dengan identitas kota Bandung. Pemkot berkali-kali mencoba menutup tempat ini, tapi nyatanya Saritem masih berdiri sampai kini.

Ternyata banyak hal seru yang bisa kamu lakukan saat berkunjung ke Bandung, jadi pengen ke sana, ‘kan? Omong-omong, apa kamu punya rekomendasi tempat asik lainnya? Bagikan ke pembaca lain di komentar, yuk!

Kamu bisa melihat beragam atraksi di kampung yang terletak di pinggir rel kereta api ini. Ada pertunjukan instrumen musik dapur, wayang seng, marawis, tari jaipong, dan pertunjukan teater. Lukisan mural karya anak-anak kampung juga meramaikan suasana kampung ini.

Ada juga Taman Skateboard, Taman Musik, Taman Film dan Taman Fotografi yang biasa dimanfaatkan anak muda untuk mengasah hobinya. Selain taman-taman di atas, masih ada sejumlah taman tematik lainnya. Oh iya, di masing-masing taman ini juga tersedia wi-fi gratis, lho!

Yang jelas, kamu mesti kuat iman kalo mau masuk ke sini. Hehehe.

Disebut nasi kalong karena selain nasinya berwarna gelap, Nasi Kalong juga beroperasi dari jam 7 malam–3 pagi; pas banget buat kamu yang lagi lapar malam-malam. Nasinya berwarna gelap karena dimasak dengan daun salam, cabai, kelapa parut goreng, dan  bawang merah. Kamu bisa menemukan Nasi Kalong di Jalan RE Martadinata dan Jalan Riau 102.

Bandung juga menawarkan sejumlah destinasi wisata kuliner enak yang unik.  Yuk intip beberapa di antaranya!

Seperti namanya, ‘bancakan’ alias rame-rame, di sini kamu bisa menemukan sejumlah menu khas kampung dalam satu meja besar yang mengingatkan kita pada suasana hajatan Sunda zaman dulu. Alamat Rumah Makan Nasi Bancakan ada di Jalan Trunojoyo 62, Citarum.

Keluar sedikit dari kota Bandung, tepatnya di daerah Lembang, jangan lewatkan untuk mendatangi Wisata Floating Market alias Pasar Terapung. Di sini, pedagang pasar terapung berjajar rapi di pinggir Danau Situ Umar. Barang yang dijajakan pedagang di sini berupa makanan yang menggugah selera. Tapi, kamu gak bisa membeli begitu saja dengan uangmu lho, kamu perlu menukar koin khusus untuk bisa bertransaksi di sini.

Bandung memang surga buat penggiat kreatif karena mereka sangat difasilitasi oleh pemkot-nya. Kang Emil sendiri menargetkan akan ada 30 kampung kreatif di Bandung. Nah, beberapa di antaranya bisa kamu susuri saat kamu jalan-jalan ke Bandung.

Nah, kalau kamu kebetulan lagi mampir ke Bandung, jangan sampai kamu lewatkan hal-hal yang Hipwee rekomendasikan di bawah ini. Semoga bisa membuat wisatamu lebih menyenangkan!

Menyusuri kamupung ini, kamu akan melihat mural di sepanjang dinding. Nama akustik bukan berarti cuma musik lho, sejumlah kesenian tradisional juga bisa kamu lihat di Festival Kampung Akustik.

Bandung, yang kerap dijuluki Kota Kembang, memang selalu menggoda. Gak cuma sarat dengan destinasi wisata, atmosfer Bandung yang adem juga terasa sangat ‘anak muda’. Mulai dari taman tematiknya, industri fashionnya, sampai jajanan khasnya — ada begitu banyak dari kota ini yang membujuk kita untuk selalu kembali kesana.

Bandung memang kotanya fashion. Kalo dua tempat di atas belum memenuhi ekspektasimu soal fashion, coba deh mampir ke Jalan R.E. Martadinata. Di sini berderet sejumlah Factory Outlet yang bakal membuatmu berhasrat untuk membelanjakan uangmu. Gak menemukan barang yang oke di outlet yang satu? Mlipir aja ke outlet berikutnya. Harga produknya pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan. Cocok banget buat kamu yang shopaholic.

Ini bukan judul novel, lho. Kehidupan Tidak Pernah Berakhir adalah nama restoran yang menyajikan makanan khusus vegetarian di Bandung. Jadi, jangan harap kamu bisa menemukan daging hewani di sini. Tapi, ada juga beberapa jenis makanan yang rasanya mirip daging, kok. Tempat makan ini bisa kamu temui di Jalan Pajajaran No. 63

Gak cuma orkestra angklung, kamu juga bisa menonton Tari Topeng, Wayang Golek, serta melihat-lihat dapur pembuatan angklung. Tiket untuk dewasa harganya Rp. 60.000, sudah termasuk minum dan souvenir.

Bandros adalah akronim dari Bandung Tour on Bus. Bus ini adalah bus wisata ikon baru kota Bandung. Bus ini beroperasi setiap hari Sabtu–Kamis, mulai dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Dengan membayar tiket sebesar Rp10.000, kamu sudah bisa menumpangi bus yang unik ini dari halte Taman Kandaga Puspa.

Disebut juga Taman Puspa, di sini kamu bisa berbagai jenis bunga, seperti Amaryllus, Kalanchoe, Poinsettia, Bougenville, dan beberapa jenis anggrek langka. Tempatnya yag sejuk dan asri enak banget buat duduk-duduk santai.

Taman ini terdiri dari sejumlah tempat duduk solo yang dicat warna-warni. Sesuai namanya, kamu dilarang pacaran di sini untuk menghormati kaum jomblo merana. (Betewe, kalo cari jodoh di sini boleh gak, Kang?)

Saritem itu bukan tempat belanja, pun juga bukan tempat makan. Saritem adalah lokalisasi prostitusi yang terkenal di Bandung, sama halnya dengan Pasar Kembang di Yogyakarta dan Gang Dolly di Surabaya yang belum lama ini ditutup. Tentu Hipwee gak bermaksud untuk menyuruh kamu ‘jajan’ di sini lho ya, tapi gak ada salahnya melongok sisi lain yang tersembunyi di kota Bandung untuk menemukan sudut pandang yang berbeda tentang kehidupan (ceileh!).

Di kampung ini, diperlihatkan berbagai atraksi kesenian tradisional, mulai dari Tari Jaipong, Pencak Silat, Gondang, seni musik Celempung, dan Wayang Golek.

Dago Pakar atau Dago atas adalah salah satu tempat nongkrong favorit anak muda Bandung. Selain nongkrong sambil ngopi dan ngemil, di sini kamu juga bisa menikmati pemandangan lampu kota Bandung di malam hari. Ada beberapa tempat nongkrong yang recommended, antara lain Lisung Cafe, Selasar Sunaryo Art Space, The Valley, dan Stone Cafe.

Cimol Gedebage adalah pusat barang fashion bekas di Bandung. Meski bekas, jangan pandang produk-produknya sebelah mata, lho. Di sini, pelanggannya justru kebanyakan orang-orang berduit dari Jakarta. Penjual di sini juga cukup selektif dalam memilih barang dagangannya, jadi gak usah kuatir mutunya jelek. Siapa tahu, kamu justru menemukan harta karun yang kamu cari-cari selama ini di tempat ini.

Meski namanya Kampung Gajah, kamu gak akan menemukan satu gajahpun di sini. Kampung Gajah adalah arena rekreasi dengan 36 wahana hiburan di area seluas 60 hektar. Tiket masuknya juga cukup murah, Rp20.000 untuk satu orang dewasa. Jadi, puas-puasin deh main di sini!

Gak mau barang bekas? Oke. Bandung masih punya segudang fashion corner yang bisa kamu datangi. Kalo kamu pengen produk distro lokal yang unik dan ciamik, kamu bisa menyusuri Jalan Sultan Agung. Sepanjang jalan, berjajar outlet-outlet distro berbagai brand yang pastinya asik buat belanja atau sekadar cuci mata.

Meski namanya Taman Lansia, gak berarti cuma kalangan lansia yang boleh kemari. kamu yang muda juga bisa bersantai di taman ini kok.